Saturday, 21 April 2012

Sajak Dua Bola Matamu



Dua bola matamu
Pada senja yang patah
Daun jatuh ke tanah
Tak membenci angin yang melepaskannya dari ranting

Senja jatuh, hujan menguapkan wangi
Lalu rindu membentuk lengkung pelangi
Aku melihat matamu seperti stasiun tua membeku
Lalu dimana kesepian itu punya rantainya

Dua matamu yang indah itu
Sore dengan lembayung berwarna tembaga
Gurat merah bibirmu
Seperti senja yang menggagalkan camar untuk terbang ke udara.
(Anton DH Nugrahanto, April 2012)

No comments: