Monday, 9 November 2009

Sajak Orang Yang Mau Cerai

Sajak Orang Yang Mau Cerai

By. Anton Djakarta

Perpisahan adalah takdir
suatu jalan kehidupan yang mau tak mau menimpa semua orang
tapi perpisahan yang dipaksakan adalah getir
hidup menjadi kosong
ketika mimpi berubah menjadi kata-kata bohong

Perceraian ini harus terjadi bila mimpiku dan mimpimu menjadi pahit
lidahmu dan lidahku tak pernah satu lagi
mainkan irama tentang nyanyian bisu masa depan
yang selalu kita katakan di ambang pernikahan dulu
yang pelan-pelan menumbuhkan beringin di hatimu

Kenangkanlah masa dulu
ketika kita saling jatuh hati
mengirimi sajak atau memainkan lagu
pada tepi senja yang ranum
pada belaian seperti arus air yang melembutkan batu-batu kali
dan kenangkanlah ketika aku merabaimu dengan gemetar
lalu cinta merambat pada setiap malam kita

Mengapa ini harus diakhiri
dengan kebosanan
dengan prasangka yang bukan-bukan
dan kemarahanmu meledakkan cakrawala.............

Rindu yang retak bukan berarti harus berserak-serak
Dan kita dipisahkan oleh malam yang berjarak
Namun perceraian terpaksa disabdakan pada hati yang terkotak
dan kerak mimpiku bukan lagi beludrumu tentang rindu
tapi sudah menjadi air api yang mencengkeram seluruh hidupku

Wajahmu yang dulu secantik senyum Monalisa
kini kulihat seperti Medusa
Mana bisa kulihat hatimu yang menyanyikan bait-bait kerinduan
Bila hatiku sudah tidak lagi kau pegang

Perceraian yang akan kita lakukan
mungkin saja membuat baru kehidupan
atau ini hanyalah tragedi
dimana takdir sudah lama digariskan.

Bulan perak tak lagi jadi raja malam
air mata menggenangi sarung bantal
pada malam sepi, dengan bintang seperti kuarsa yang tak bermakna
Bila saja kesederhanaan datang pada cinta yang sempurna
Maka tak perlulah ada perpisahan

Perceraian mungkin saja hanya satu bab dalam novel kehidupan
Tapi percayalah itu bab paling menegangkan

2 comments:

Mellyarti Kusuma Wardani said...

apapun yg namanya pisah pasti tidak enak dan tidak mudah tapi jika berpisah itu yg terbaik belajar lah ikhlas,apapun konsekwensinya. puisinya bagus semoga bermanfaat juga untuk yg lain

Jaya Maharaja said...

setuju bu bagus memang ini puisi.... hmmm walau berat tp terpaksa kalau memang kita sudah saling gak nyaman...