Sunday, 27 September 2009

Tumbuh Bersama Dalam Hubungan





Act Like A Lady, Think like a Man ......

By Anton Djakarta

Dulu saya tidak begitu memperhatikan aspek tentang hubungan cinta, tentang hubungan romantis antara lelaki dan perempuan. Padahal sudahlah banyak wanita datang dan pergi dalam kehidupan ini, mungkin kalo dihitung yang nggak serius atau setengah serius bisa puluhan jumlahnya. Tapi kalau yang serius saya pikir enam orang, dan lima orang yang benar-benar saya ingat. Saya tak ingat motivasi apa yang terbangun dalam membangun hubungan, karena pernah ada pacaran yang sampai 11 tahun dan pernah ada yang hanya 3 bulan saja dan sudah menjadi watak saya jarang hubungan ini diketahui oleh siapapun, karena sudah menjadi karakter saya hubungan pribadi ini adalah soal pribadi, sahabat-sahabat terdekat saya jarang yang tau saya sedang berhubungan serius dengan seseorang, mereka tau-nya saya seorang yang tidak pernah serius. . Namun di akhir-akhir ini evaluasi terhadap hubungan itu menjadi bahan pikiranku. Kenapa hubungan ini tiada pernah menjadi satu tingkat yang stabil? Atau mengapa semua menjadi luntur oleh waktu.

Evaluasi ini perlu kulakukan karena aku harus belajar lagi tentang kesetiaan dan tentang tanggung jawab. Dulu di tahun 2007 pacarku mengirimkan aku email yang hebatnya aku baru baca beberapa hari lalu isi emailnya adalah :

Sometimes people come into your life and you know right away that they were meant to be there…to serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or who you want to become. You never know who these people may be but you lock eyes with them, you know that very moment that they will affect your life in some profound way.

And sometimes things happen to you at the time that may seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming those obstacles you would never realize your potential, strength, will power or heart.
Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of luck. Illness, love, lost moments of true greatness and sheer stupidity all occur to test limits of your soul.

Without these small tests, life would be like a smoothly paved, straight, flat road to nowhere safe and comfortable but dull and utterly pointless.
The people you meet affect your life. The successes and downfalls that you experience can create who you are, and the bad experiences can be learned from. In fact they are probably the most poignant and important ones. If someone hurts you, betrays you or breaks your heart, forgive them because they have helped you learn about trust and the importance of being cautious to whom you open your heart.
If someone loves you, love them back unconditionally, not only because they love you, but also because they are teaching you to love and open your heart and eyes to little things. Make every day count. Appreciate everything that you possibly can, for you may never experience it again.

Talk to people whom you have never talked to before, and actually listen. Let yourself fall in love, break free and set your sights high. Hold your head up because you have every right to.
Tell yourself you are a great individual and believe in yourself, for if you don't believe in yourself, no one else will believe in you. Create your own life and then go out and live it.

Share this with anyone whom you believe has made a difference in your life!
"If you take your eyes off your goals, all you see is obstacles."


Ketika membaca email itu aku terkesiap. Benar-benar dijitak kepalaku ini, selama ini aku menjalani suatu hubungan karena mungkin harus dijalani saja, tapi aku tiada pernah berpikir bahwa suatu hubungan adalah bagaimana kita harus bersikap dewasa, memaknai sesuatu bersama dan berpikir bersama. Adalah Oprah Winfrey di acara tadi pagi yang membuat aku tertegun, saat itu Oprah membicarakan buku “Act like a Lady, Think Like A Man” ucapan yang membuat saya tersadar bukan dari ucapan pengarang buku itu, tapi ucapan salah satu bintang tamu Oprah, Justin Timberlake , Justin berkata : Hal terpenting dalam suatu hubungan adalah kesadaran bahwa kita tumbuh bersama. Kita harus sadar bahwa mungkin saja dalam 1 tahun ke depan kita berhadapan dengan orang yang berubah. Dan tidak mungkin semua sesuatu itu berjalan tanpa ada perubahan. Perlu adanya suatu kesadaran, kesadaran bahwa kita tumbuh bersama, berubah bersama”.

Suatu hubungan bukan merupakan permainan kepentingan, dan juga bukan merupakan suatu keadaan yang membuat kita merasa “terpaksa” menjalani hubungan itu, hubungan yang baik adalah tatkala kita mampu menjadikan hubungan itu suatu takdir. Dan bagaimana dengan pernikahan, banyak hal yang harus kita pikirkan, tapi adalah suatu menarik mengingat pengalamanku kemarin, bahwa aku terjebak pada suatu alasan pernikahan yang buruk. Target. Disini aku gagal melakukan meyakinkan pasanganku untuk tidak melakukan pernikahan dengan alasan-alasan buruk. Andai saja aku dulu pernah membaca buku psikologi tentang pernikahan maka ada 10 alasan buruk untuk menikah yang kemudian kerap menjadi pernikahan itu tidak benar. Sepuluh alasan ini aku kutip dari Media Perempuan Indonesia :

Sepuluh Alasan Buruk Untuk Menikah


1. Dikejar target
Pernah menargetkan akan menikah di usia tertentu sementara sekarang Anda sudah melampauinya? Jangan khawatir, setiap orang pasti punya target dan tidak perlu gusar jika akhirnya hal ini justru melemahkan semangat Anda untuk menemukan pasangan sejati dan benar-benar sesuai dengan kriteria Anda. Lebih baik, tetap menjalani hubungan dengan calon pasangan Anda, saling menjajaki dan memantapkan rencana. Namun jika Anda belum menemukannya juga, tentukan langkah-langkah strategis untuk memperluas pergaulan.

2. Tekanan sosial
Banyak teman dekat Anda sudah menikah, mempunyai anak bahkan beberapa pernah bercerai dan menikah untuk yang kedua kalinya. Hanya tinggal Anda dan beberapa teman saja yang belum menikah. Padahal apa yang salah dengan hal tersebut? Anda sebaiknya hidup sendiri daripada bersama seseorang dalam keterpaksaan. Tak perlu menurunkan kriteria pasangan hanya karena Anda ingin segera menikah.

3. Menikah karena uang
Menikah karena bisnis atau karena uang sebenarnya hal yang gawat. Menikahi seseorang hanya karena Anda takut hidup sengsara sementara ia bisa memberikan kehidupan berlimpah uang adalah alasan yang buruk. Jika pasangan Anda sampai tahu, ini bisa saja menyakiti perasaannya, apalagi jika ia mencintai Anda sepenuh hati. Materi memang perlu namun jika uang adalah dasar mengapa Anda menikahi seseorang, baiknya pikirkan lagi. Apalagi jika Anda berdua sama-sama menikah karena uang atau untuk melanjutkan dinasti kekayaan.

4. Ingin tinggalkan rumah orang tua
Biasanya hal ini dialami oleh perempuan yang jenuh tinggal bersama dengan orang tua yang akan banyak memperhatikan Anda bahkan hingga hal yang kecil-kecil. Meninggalkan rumah tidak berarti menanti datangnya pangeran yang akan memindahkan Anda ke istananya. Tetapi, jadilah pribadi yang mandiri, sementara sewalah rumah kecil atau kamar kos jika memang Anda butuh sendiri dan tahan diri hingga menemukan seseorang yang benar-benar mantap untuk menikah dan tinggal bersama dengan orang lain.

5. Orang tua menyukai calon Anda
Anda pasti akan senang jika calon pasangan Anda disukai oleh orang tua. Bersyukurlah dengan kondisi ini, namun jangan jadikan satu-satunya alasan menikah karena ingin menyenangkan orang tua. Ingat! Yang menikah dan akan berumah tangga adalah Anda, bukan orang tua. Ada bagusnya saran orang tua Anda dengarkan namun jangan pertimbangkan pernikahan terburu-buru karena hal tersebut. Anda hidup di jalan Anda sendiri, untuk urusan yang satu ini usahakan keputusan benar-benar ada di tangan Anda.

6. Inginkan anak
Banyak orang menikah karena alasan ingin mendapatkan keturunan sehingga perlu menikah muda di saat usia masih produktif untuk bereproduksi. Memang, dari sekian banyak alasan menikah, anak adalah satu alasan di antaranya. Namun apa yang terjadi jika Anda tak kunjung merasa cocok dengan pasangan, namun anak telah lahir. Ketika keinginan Anda sudah terpenuhi, Anda tetap akan berkutat dengan pasangan yang sama. Yang mungkin tidak pernah Anda inginkan. Tak ada orang yang sempurna, namun bukankah orang tua harus memberikan contoh saling mengasihi dan menghormati?

7. Menikahi selingkuhan
Selingkuh mungkin saja indah. Tapi menikahi selingkuhan Anda belum tentu sama indahnya karena kadang perselingkuhan terjadi jika keduanya menyukai tantangan. Hubungan yang diawali dengan jalan yang salah akan berakhir tak begitu baik pula. Ini tak akan jadi landasan yang kuat, karena seseorang yang mau berselingkuh dengan Anda biasanya tak akan punya beban untuk menyelingkuhi Anda.

8. Butuh ayah untuk anak Anda
Bagi seorang janda, jika Anda menemukan pria yang tepat ini adalah permulaan yang bagus. Tetapi jika ternyata dia bukan orang yang tepat untuk Anda bahkan anak Anda, ini akan jadi mimpi buruk sementara Anda sudah sangat ketakutan untuk menjadi janda untuk yang kesekian kalinya. Lebih baik bersabar mencari dan menanti seseorangyang tepat dengan menjadi orang tua tunggal yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak.

9. Membuktikan diri
Jujurlah pada diri sendiri. Ini tak pernah jadi ide yang baik karena jika teman Anda curiga Anda adalah seorang pecinta sesama jenis, menikah tak akan membuat orang berhenti mencurigai. Dengan menikah Anda malah melibatkan orang lain ke dalam masalah Anda ini. Jika Anda benar pecinta sesama jenis, menikah bukanlah obat tepat, karena akan menyakiti pasangan.
 
10. Hamil di luar nikah
Seandainya Anda hamil di luar nikah, pikirkan untuk menikah dengan pasangan yang menghamili Anda apalagi jika tidak benar-benar saling mencintai. Pertimbangkan untuk menjadi orangtua tunggal, berkarier dan membesarkan anak daripada menikah dengan orang yang belum tentu Anda cintai. Lebih baik lagi jika Anda tidak melakukan seks sebelum menikah. (OL-08)



Dalam kasus ini aku terjebak pada poin no. 1 dan poin no. 2, tapi coba lihatlah no.7. Tentang perselingkuhan, anda tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan ketika menikah dengan dasar perselingkuhan dan menyakiti hati pasangan yang sudah berkorban dengan anda.

Pendewasaan dalam suatu hubungan memang diperlukan tapi jauh lebih penting adalah Komitmen dan Kesetiaan. Tanpa dua hal tersebut suatu hubungan tidak akan berjalan lama, komitmen adalah suatu keikhlasan dan tujuan yang tergambar di dalam pikiran atas suatu hubungan sementara kesetiaan adalah suatu sikap untuk tidak memperdulikan apapun namun dengan keyakinannya akan kesetiaannya tersebut ia bisa mengubah hubungan menjadi satu hal yang indah, karena kesetiaan itu adalah pengorbanan. Orang yang tidak setia dan mudah tergoda untuk mencobai alternatif seumur hidup akan melalui kehidupan yang sengsara karena perkawinan, pernikahannya menjadi kehidupan yang buruk soal ini sudahlah banyak contoh di depan mata kita.

Lalu bagaimanakah kesetiaan itu dihasilkan? Kesetiaan bukanlah definisi, tapi soal menjalani sesuatu, kesetiaan yang benar akan melihat bahwa suatu hubungan adalah persoalan membangun keseharian, ia tidak akan pernah luntur walaupun godaan menjadi pertempuran di ladang hangat, justru dengan pengorbanannya wanita akan menemukan kemuliaan hidup. Wanita yang hanya memburu kepentingannya justru kerap terjebak pada kesendirian. Carilah dilingkungan anda, banyak sekali kita menemukan hal ini.


ANTON DJAKARTA

2 comments:

Mila said...

Interesting insight Pak Anton. Udah pernah baca buku Act Like A Man and Think Like A Lady, ditulis oleh Steve Harvey?

Mila said...

I meant Act like A lady Think like a Man...hehehe