Monday 24 October 2011

Sajak Bangsa Yang Gila

Sajak Bangsa Yang Gila

Masihkah kita bisa tenang, jika diluaran sana jutaan anak-anak
menggadaikan masa depannya berkelahi dengan kemiskinan

Masihkah kita bisa gembira membaca buku
bila dijalan-jalan masih banyak anak kecil mengumpulkan batu
lalu dijual sepikul hanya seribu
tapi didepan TV para pejabat bersolek
Wakil rakyat cerewet menjilati mau tuannya dengan cara membebek
gedung parlemen dibangun trilyunan
wakil rakyat berharap bisa pijat, renang dan spa
sementara anak-anak gelandangan berenang dilautan comberan
lalu dimanakah gerak hatimu?

Dimanakah Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
yang kita baca dengan seksama sejak masa kanak-kanak
mungkin bait-bait pancasila tak lebih hapalan anak TK
Atau tingkah laku manusia Indonesia memang tak pernah dewasa
cukup berhenti di usia dua belas tahun saja.

Indonesia Raya
Sebuah negara yang konon diproyeksikan menjadi negara raksasa
penyumbang peradaban dunia
segala yang gagah dibangunnya, dari stadion raksasa sampai ideologi luar biasa
tapi kenapa kini terpuruk
Setelah Negara-Pejabat terbentuk

Modal berkumpul di lingkaran kaum pejabat
Modal punya kekuatan untuk menekuk lutut semua pikiran
kaum intelektual melacurkan ilmunya demi pemodal
kaum budayawan menari-nari di depan pemodal yang berlagak sebagai maesenas
Kaum Olahragawan duduk terpana melihat duit milyaran dibawa satu kardus

Semuanya diukur dengan uang, karena uang adalah kekuasaan

Dan pemerintahan dibangun seperti menara pasir
Presidennya bersolek bak peragawan diatas panggung catwalk
Menteri-menterinya melawak saja kerjanya
Data-data kinerja dibuat seperti mahasiswa plagiator menjiplak skripsi
asal masuk angka lalu bersorak sorai negara ini maju luar biasa

Woii,.......
Lihatlah disana orang mati karena antri zakat
Orang pingsan terinjak-injak rebutan daging
Ribuan bangunan sekolah seinci lagi ambruk
Anak-anak berkeliaran di Jalan karena tak ada biaya pendidikan
Jutaan penganggur menunggu kerja
Jalanan macet dimana-mana
Korupsi semakin biadab
Jurnalis digebuki banyak yang mati
Jutaan orangtua merelakan anaknya bekerja sebagai kuli di negeri orang

Inilah Indonesiamu, Inilah negerimu
Bukan negeri dongeng Cinderella.

Lalu dengan rambut jingkrak meninju rembulan
kamu pidato bangsa ini sudah maju merangkak ke depan
Ke depan menuju apa?
Bila biaya rumah sakit mahal
Pelayanan publik hancur nggak keruan
Kekuasaan di daerah-daerah jadi maenan
Pilkada hanyalah bentuk patgulipat demokrasi
Anak, Isteri, Selir maju kompetisi

Inilah hasilnya
Rakyat makan nasi aking
Pejabat makan nasi Jepang
Rakyat pikirannya pusing
Pejabatnya senang-senang.........

Hanya bangsa yang diisi orang gila yang bisa melakukan irama seperti ini......

ANTON, Januari 2011

No comments: