akan tetap kukirimkan samudraku
beserta kedalamanku
beserta keluasanku
beserta ketabahanku
beserta tenangku
bersama amarah terpendamku
meski ia,
menghapus beribu pesan pendekku
mengkoyak lembar-lembar halaman suratku
merobek pesan daun yang kukirim
memecahkan batu yang kutatah dengan air mata
: memoar rindu
1 comment:
puisinya keren... salam kenal...
Post a Comment